Cara menghitung KPR Rumah
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah cara yang paling umum digunakan orang untuk mendapatkan pembiayaan dalam pembelian atau pembangunan rumah. Dalam artikel ini, kami akan membahas bagaimana cara menghitung KPR rumah dengan tepat agar Anda dapat memperoleh pembiayaan dengan lebih mudah dan terhindar dari risiko keuangan. Selain itu anda juga bisa mendapatkan kpr rumah online yang sudah banyak di sediakan oleh penyedia kpr.
Cara menghitung KPR rumah langkah pertama adalah menentukan jumlah uang muka atau down payment yang akan dikeluarkan. Uang muka biasanya dinyatakan sebagai persentase dari harga rumah. Berdasarkan aturan dari Bank Indonesia, uang muka yang dikeluarkan oleh peminjam minimal 15% dari harga rumah.
Misalnya, jika harga rumah yang ingin Anda beli adalah Rp. 1 miliar, maka uang muka minimal yang harus Anda keluarkan adalah Rp. 150 juta. Namun, pastikan Anda memperhitungkan kebutuhan keuangan lain seperti biaya notaris, biaya pendaftaran, dan biaya lainnya saat memutuskan jumlah uang muka yang ingin Anda keluarkan.
Setelah menentukan jumlah uang muka, langkah selanjutnya adalah menentukan jumlah pinjaman atau loan amount yang akan Anda ajukan kepada bank. Loan amount ini merupakan selisih antara harga rumah dengan uang muka yang dikeluarkan.
Dalam kasus di atas, jika Anda keluarkan uang muka sebesar Rp. 150 juta untuk rumah yang berharga Rp. 1 miliar, maka loan amount Anda akan sebesar Rp. 850 juta.
Selanjutnya, tentukan jangka waktu kredit atau tenor yang akan Anda ambil. Tenor atau jangka waktu kredit dapat berkisar antara 1 hingga 30 tahun, tergantung pada kebutuhan dan kemampuan pembayaran Anda. Semakin lama tenor yang Anda ambil, semakin rendah juga cicilan bulanan yang harus Anda bayarkan. Namun, semakin lama tenor, semakin besar juga bunga yang harus Anda bayarkan.
Sebagai contoh, jika Anda memilih tenor 20 tahun dengan bunga 7% per tahun, maka cicilan bulanan Anda akan sekitar Rp. 6,7 juta per bulan. Jika Anda memilih tenor yang lebih pendek, misalnya 10 tahun, maka cicilan bulanan Anda akan lebih tinggi, sekitar Rp. 9,5 juta per bulan.
Selain uang muka, loan amount, dan tenor, faktor lain yang mempengaruhi penghitungan KPR adalah suku bunga. Suku bunga dapat bervariasi tergantung pada bank atau lembaga keuangan yang Anda gunakan. Namun, suku bunga biasanya dinyatakan sebagai persentase per tahun.
Untuk memudahkan penghitungan, Anda dapat menggunakan rumus anuitas atau rumus efektif bunga tahunan (Effective Interest Rate / EIR). Rumus ini mencakup jumlah cicilan bulanan, suku bunga, dan tenor.
Rumus anuitas adalah: Cicilan bulanan = (Loan amount x (suku bunga / 12)) / (1 - (1 + (suku bunga / 12))^(-tenor x 12))
Sementara itu, rumus efektif bunga tahunan (EIR) adalah: EIR = ((1 + suku bunga / 12)^(tenor x 12) - 1) x 100
Dalam kedua rumus tersebut, suku bunga dihitung dalam bentuk persentase per tahun dan kemudian dibagi dengan 12 untuk mendapatkan suku bunga per bulan.
Misalnya, jika suku bunga yang ditawarkan oleh bank adalah 7% per tahun, maka suku bunga per bulan adalah 7% / 12 = 0,58333%.
Untuk menghitung cicilan bulanan, Anda dapat menggunakan rumus anuitas yang telah disebutkan di atas. Setelah Anda menentukan jumlah cicilan bulanan, Anda dapat menghitung total biaya pinjaman menggunakan rumus:
Total biaya pinjaman = cicilan bulanan x tenor x 12 - loan amount
Setelah menghitung total biaya pinjaman, Anda dapat menentukan biaya bunga total yang harus dibayarkan selama tenor kredit. Biaya bunga total dapat dihitung dengan cara mengurangi loan amount dari total biaya pinjaman, dan kemudian membaginya dengan tenor kredit.
Misalnya, jika total biaya pinjaman Anda adalah Rp. 1,2 miliar, dan loan amount Anda adalah Rp. 850 juta, maka biaya bunga total Anda adalah Rp. 350 juta. Jika tenor kredit Anda adalah 20 tahun, maka biaya bunga total yang harus Anda bayarkan setiap tahun adalah sekitar Rp. 17,5 juta.
Dalam menghitung KPR rumah, penting juga untuk memperhatikan persyaratan dan ketentuan dari bank atau lembaga keuangan yang Anda gunakan. Persyaratan dan ketentuan dapat berbeda-beda tergantung pada lembaga keuangan yang Anda pilih, sehingga pastikan Anda membaca dengan cermat perjanjian dan kontrak sebelum menandatanganinya.
Selain itu, pastikan pula bahwa cicilan bulanan yang harus Anda bayarkan setiap bulannya sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Jangan tergoda untuk memilih tenor yang lebih lama atau loan amount yang lebih besar hanya untuk mendapatkan cicilan bulanan yang lebih rendah, jika hal ini akan membebani keuangan Anda di masa depan.
Dalam kesimpulan, KPR rumah adalah salah satu cara yang paling umum digunakan orang untuk membeli atau membangun rumah. Dalam cara menghitung KPR rumah, pastikan Anda menentukan jumlah uang muka, loan amount, tenor, dan suku bunga yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. Gunakan rumus anuitas atau EIR untuk memudahkan penghitungan cicilan bulanan dan biaya bunga total. Selalu perhatikan persyaratan dan ketentuan dari bank atau lembaga keuangan yang Anda gunakan, serta pastikan cicilan bulanan sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

0 Response to "Cara menghitung KPR Rumah"
Post a Comment